Membuat Blogger Template dengan Artisteer

Membuat Blogger Template dengan Artisteer
Menggunakan Artisteer Anda dapat dengan mudah membuat sendiri template Blogger Anda yang fantastis dan unik tanpa belajar HTML / CSS, Dreamweaver, dan Photoshop. Menggunakan fitur "Ide" pada Artisteer, yang mengusulkan desain baru, Anda dapat secara otomatis menghasilkan template Blogger unik yang dapat disesuaikan dengan selera Anda. 

Berikut langkah-langkah mengenai bagaimana Anda dapat membuat dan menerapkan template Blogger™ unik dalam hitungan menit:
  • Jalankan Artisteer dan kemudian klik tombol "Suggest Design" beberapa kali, sampai Anda melihat sebuah ide yang Anda sukai: 


  • Sesuaikan elemen desain seperti tata letak, latar belakang, header, font, dll 


  • Publikasikan template baru Anda dengan menentukan email dan password Blogger Anda, dan memilih blog Blogger Anda. 


  • Jika anda menggunakan Artisteer 4 Anda dapat menambahkan konten ke blog Blogger Anda. Untuk melakukan hal ini, aktifkan "Include Content" sebelum menerbitkan template. 


Sumber: www.artisteer.com

Instrumen Pendataan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SD dan SMP Tahun 2015

Instrumen Pendataan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SD dan SMP - Standar Pelayanan Minimal atau yang lebih dikenal dengan SPM merupakan kebijakan pemerintah yang digulirkan bersamaan dengan reformasi penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Standar pelayanan minimal merupakan suatu istilah dalam pelayanan publik (public policy) yang menyangkut kualitas dan kuantitas pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah sebagai salah satu indikator kesejahteraan masyarakat.

Standar pelayanan minimal memiliki nilai yang sangat strategis baik bagi pemerintah (daerah) maupun bagi masyarakat (konsumen). Adapun nilai strategis tersebut yaitu:
Pertama, bagi pemerintah daerah: standar pelayanan minimal dapat dijadikan sebagai tolok ukur (benchmark) dalam penentuan biaya yang diperlukan untuk membiayai penyediaan pelayanan;
Kedua, bagi masyarakat: standar pelayanan minimal dapat dijadikan sebagai acuan mengenai kualitas dan kuantitas suatu pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah (daerah).
wimaogawa.blogspot.com
Sebagai sebuah kebijakan yang baru diperkenalkan, standar pelayanan minimal sudah selayaknya didukung oleh peraturan perundang-undangan yang memadai mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah ataupun peraturan menteri terkait. Di sisi lain sebagai sebuah kebijakan baru, standar pelayanan minimal sedang dalam proses pencarian bentuk dan sosialisasi yang membutuhkan waktu tidak sedikit, mengingat perlunya kesamaan pemahaman antara perumus kebijakan dengan pelaksana kebijakan di lapangan, terlebih lagi seringnya terjadi proses penyesuaian kebijakan yang disebabkan oleh dinamika masyarakat yang menjadi obyek kebijakan. Oleh sebab itu pelembagaan suatu kebijakan tidak terlepas dari proses perkembangan dalam rangka beradaptasi dengan lokus kebijakan. Proses adaptasi kebijakan tersebut pada umumnya terwadahi dalam bentuk ketentuan peralihan yaitu suatu periode waktu sebuah kebijakan mempersiapkan lokus kebijakan. Di sisi lain obyek kebijakan diberi kesempatan untuk melakukan adaptasi terhadap pemberlakuan kebijakan

Standar pelayanan minimal sebagai sebuah kebijakan memiliki kedudukan yang kuat dan bersifat spesifik mengingat konsekuensi hukum yang disandangnya karena bersifat mengikat seluruh penyelenggara negara dan masyarakat, baik secara individual maupun kelompok. Sebagai sebuah kebijakan, standar pelayanan minimal selalu didukung oleh peraturan perundang-undangan yang merupakan dasar hukum pemberlakuannya dan memiliki arti yang spesifik sesuai dengan pemaknaan istilah yang digunakan sesuai dasar hukumnya.

Download Instrumen Pendataan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SD melalui link di bawah ini :
Download Instrumen Pendataan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SD

Download Instrumen Pendataan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SMP/MTS melalui link di bawah ini :
Instrumen Pendataan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SMP

Demikian informasi terkait Instrumen Pendataan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SD dan SMP Tahun 2015 semoga bermanfaat.

Download Aplikasi SIM PAK Guru Terbaru

Download Aplikasi SIM PAK Guru Terbaru - SIM PAK adalah Aplikasi yang berguna untuk mengelola Angka Kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan berdasarkan Penilain Kerja/PK dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan(PKB) yang dirancang terintegrasi dengan DAPODIK sehingga perubahan data pada Dapodik akan merubah grafik pada SIM RASIO. Dalam aplikasi ini jika kabupaten/kota melakukan pemindahan guru dan sekolah yang bersangkutan mengirimkan data perubahan tersebut melalui Dapodik, maka dalam aplikasi ini akan terlihat hasilnya pada grafik.

Kaitannya dengan penerbitan SK Tunjangan Profesi dan dalam rangka pembinaan karir hal ini penting dilakukan mengingat beban mengajar guru minimal 24 jam/minggu. Selain itu dengan adanya pemetaan seperti ini Kemdikbud dapat melakukan pengendalian formasi pendidik sehingga dapat memastikan usulan formasi dari kabupaten/kota ke Menpan selaras dengan perhitungan kebutuhan guru oleh Kemdikbud melalui SIM RASIO.
wimaogawa.blogspot.com

Kembali ke topik, pada kesempatan ini wimaogawa.blogspot.com akan membagikan Aplikasi SIM PAK Guru Terbaru secara gratis. Penggunaan aplikasi ini cukup mudah, karena dilakukan secara otomatis. Di dalamnya terdapat beberapa menu dengan format excel yang mudah dipahami.

Menu yang disediakan :
1. Data, berisi data Kepala Sekolah, Nama Guru yang dinilai dan identitas pengawas.
2. Lembar Supervisi KS, Berisi surat pernyataan melakukan kegiatan proses belajar mengajar atau bimbingan.
3. Lembar Supervisi Pengawas, Berisi surat pernyataan Supervisi Pengawas tentang kegiatan proses belajar mengajar dan bimbingan.
4. Surat Pengantar
5. IB, berisi Daftar Usul Penetapan Angka Kredit
6. IIB, berisi Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas Pembelajaran/Bimbingan dan Tugas Tertentu.
7. IIIB, berisi Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
8. IVB, berisi Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Penunjang Tugas Guru.
9. VB, berisi Penetapan Angka Kredit
10. Inpas, berisi Penyesuain Angka Kredit Guru.

Selengkapnya Download Aplikasi SIM PAK Guru Terbaru melalui link di bawah ini
Download Aplikasi SIM PAK Guru Terbaru

Demikian informasi terkait  Aplikasi SIM PAK Guru Terbaru, semoga bermanfaat.

Pedoman Pelaksanaan Upacara Hardiknas Tahun 2015

Pedoman Pelaksanaan Upacara Hardiknas Tahun 2015 - Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 2 Mei tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional, Namun Lebih merupakan sebuah momentum untuk makin merperkokoh kesadaran dan komitmen bangsa akan pentingnya pendidikan bermutu bagi masa depan bangsa.

Dalam rangka memperkokoh kesadaran dan komitmen bangsa akan pentingnya pendidikan bermutu abgi masa depan bangsa dan mewujudkan misi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014-2019 sekaligus menginformasikan hasil kebijakan dan mengapresiasi pelaku pendidikan yang berprestasi, maka perlu dilaksakan Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015.
wimaogawa.blogspot.com

Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 ada beberapa hal yang perlu disampaikan :

1.   Upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional secara nasional dilaksanakan pada :
-        hari, tanggal : Sabtu, 2 Mei 2015
-        pukul : 08.00 waktu setempat
-        sifat upacara : Tertib. Khidmat, dan Sederhana
-        tempat upacara : Lapangan Upacara (terbuka)

2.   Adapun tema pada peringatan Hari Pendidikan Nasionai Tahun 2015 adalah "Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generals! Berkarakter Pancasila"

3.  Kepada seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi/kabupaten/kota, rektor perguruan tinggi negeri/swasta, Kepala Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2015

4.  Untuk lebih menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 diharapkan masing-rnasing instansi memasang spanduk dengan tema tersebut di atas dan melaksanakan kegiatan yang mendukung peningkatan mutu pendidikan dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan.

5.  Untuk lebih memupuk rasa patriotisme, selain mengadakan upacara bendera, panitia nasional peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 akan melakukan ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berkenaan dengan itu, dihimbau kiranya Gubernur dan Bupati/Walikota juga berkenan melakukan ziarah ke taman makam pahlawan di wilayah masing-masing.

Selengkapnya download Pedoman Pelaksanaan Upacara Hardiknas Tahun 2015 melalui link di bawah ini :
Pedoman Pelaksanaan Upacara Hardiknas Tahun 2015

Contoh Skripsi PGSD

Welcome To Link Download.seputardapodik.com , this link is the download link associated with the world of education and Teachers For that we as admins gave the information related to education.

Kali ini kami akan coba  membagikan Contoh Skripsi untuk PTK yang masih menjadi mahasiswa di PGSD , sebagai bahan untuk menyusun laporan Akhir ...

Contoh Skripsi Untuk PTK PGSD
Contoh Skripsi PGSD

Contoh Skripsi ...

  1. Contoh Skripsi Berbasis masalah ( Problem Based Learning ) Pada Mata Pelajaran IPA ( Download )
  2. Contoh Skripsi Bebasis Pendekatan Contextual Teaching and Learning  ( Download )
  3. Contoh Skripsi Berbasis Pendekatan Inquiry ( Download )
Sekian Informasi Tentang Contoh Skripsi untuk PTK , semoga Banyak Manfaatnya buat kita semua.......terima kasih

Pedoman Pemberian Dana Bantuan Peningkatan Karier PTK SMP Melalui MGMP SMP 2015

Pedoman Pemberian Dana Bantuan Peningkatan Karier PTK SMP Melalui MGMP SMP 2015 - Pencerdasan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, alinea keempat memerlukan berbagai komponen pendukung, salah satunya yaitu pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang andal dan profesional.Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut, Pemerintah menetapkan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Pasal 2 dalam undang-undang tersebut diamanatkan bahwa tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
wimaogawa.blogspot.com

Sudah tentu, dalam upaya untuk mewujudkan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan tersebut, Pemerintah memerlukan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian (5K) jaminan PTK yang mampu melaksanakan pembelajaran secara profesional. Namun kenyataan menunjukkan bahwa keberadaan PTK sebagaimana dimaksud masih menjadi persoalan yang sangat memprihatinkan bagi bangsa Indonesia.Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan nasional yang dapat mendukung terwujudnya sumber daya manusia (SDM) pembangunan nasional yang andal dan profesional perlu dioptimumkan.

Dalam konteks itu, kompetensi, profesionalisme, dan karier PTK, khususnya PTK pendidikan dasar dikdasperlu terus ditingkatkan dan dikembangkan melalui berbagai daya dan upaya. Salah satunya yaitu melalui pemberdayaan kelompok kerja PTK di tanah air.Kelompok kerja perlu didukung untuk
meningkatkan frekuensi, intensitas, dan kebermaknaan eksistensinya dalam peningkatan karier anggotanya. Oleh karena itu, pengurus kelompok kerja PTK, termasuk pengurus musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) sekolah menengah pertama (SMP), perlu didorong untuk memotivasi, mendisiplinkan, mengembangkan, dan melakukan profesionalisasi diri seluruh anggotanya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan demi terwujudnya guru mata pelajaran SMP yang kompeten, profesional, dan membanggakan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 2 menetapkan bahwa tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.

Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menetapkan program Kemdikbud 2015, yaitu: “Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif’’. Untuk mencapai program tersebut, Kemdikbud telah merumuskan
sasaran: (1) Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan; (2) Meningkatkan Keterjangkauan Layanan Pendidikan; (3) Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan; (4) Meningkatkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan Pendidikan;dan (5) Meningkatkan Kepastian/Keterjaminan Memperoleh Layanan Pendidikan.

Tujuan Pemberian Bantuan

Pemberian bantuan penigkatan karier PTK SMP ini bertujuan untuk:
a. meningkatkan intensitas, frekuensi, partisipasi, dan kontribusi MGMP SMP
dalam peningkatan karier guru SMP;
b. meningkatkan karier guru SMP secara nasional.

SASARAN

1. Sasaran Pengguna
Sasaran pengguna pedoman bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015 ini, yaitu:
a. MGMP SMP yang berminat untuk mengajukan proposal kegiatan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015;

b. MGMP SMP sebagaimana dimaksud butir a yaitu:
1) MGMP PKn;
2) MGMP Bahasa Indonesia;
3) MGMP Bahasa Inggris;
4) MGMP Matematika;
5) MGMP IPA;
6) MGMP IPS;
7) MGMP Seni dan Budaya;
8) MGMP Penjasorkes;
9) MGMP Muatan Lokal (Bahasa Daerah, PTD, Prakarya, TIK, dan sejenisnya);
10) MGBK.
c. tim penilai proposal kegiatan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015;

d. pengelola bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun
2015, Direktorat P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas, Kemdikbud;

e. unsur dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi/kabupaten/kota di seluruh Indonesia;

f. stakeholders pendidikan (P4TK, LPMP, kepala sekolah SMP, pengawas SMP, komite pendidikan, dewan pendidikan, dan lainnya) di seluruh wilayah Indonesia.

2. Sasaran Penerima Bantuan
a. Secara khusus, sasaran penerima bantuan dana peningkatan karier PTK dikdas dalam program ini, yaitu:1497 (seribu empat ratus sembilan puluh tujuh) paket @Rp28.000.000,00 (dua puluh delapan juta rupiah) per MGMP SMP.
b. Secara geografis, sasaran penerima diutamakan untuk daerah/kabupaten/kota yang jumlah MGMP penerima blockgrant-nya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan daerah/kabupaten/kota lainnya pada tahun 2014.

Selengkapnya download Pedoman Pemberian Dana Bantuan Peningkatan Karier PTK SMP Melalui MGMP SMP 2015 melalui link di bawah ini
Pedoman Pemberian Dana Bantuan Peningkatan Karier PTK SMP Melalui MGMP SMP 2015

Perubahan Pola dan Jadwal SERGUR 2015

Perubahan Pola dan Jadwal SERGUR 2015 - Ada 3 pola sertifikasi guru yang sudah berjalan sampai tahun 2014, yaitu PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru), PSPL (Pemberian Sertifikat Profesi Secara Langsung) dan Portofolio. Namun, pada tahun 2015 muncul pola baru, yaitu PPGJ (Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan).

PPG Pra jabatan ini diperuntukan bagi Mahasiswa Kependidikan maupun Non Kependidikan yang belum menjadi guru sampai tahun 2015. Namun dalam kenyataanya PPG Pra jabatan ini sudah dilaksanakan sebelum tahun 2015. Mungkin beberapa dari kalangan Pendidik muncul berbagai pertanyaan apakah pola sertifikasi guru tahun 2015 ini menggunakan pola PPGJ secara keseluruhan atau tidak. Krena, di dalam Buku 1 Pedoman Penetapan Sertifikasi Guru tidak disebutkan pola sertifikasi tahun 2015.


Pola Sertifikasi Guru Tahun 2015 Dibagi Menjadi 3 Kelompok


1. PLGP

PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) diperuntukan bagi guru yang sudah mengajar (TMT) sebelum tanggal 1 Januari 2006. Jadi, guru dengan TMT sebelum 1 Januari 2006 ini memiliki prioritas lebih besar untuk menjadi peserta sertifikasi guru 2015. Pedoman penetapan peserta akan dicantumkan dalam buku 1A Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru.

2. PPGJ
Pola sertifikasi PPGJ (Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan) diperuntukan bagi guru dengan TMT 1 Januei 2006 sampai sekarang. Hal ini dibuktikan dengan bukti fisik SK Pengangkatan menjadi guru yang syah. Untuk Pedoman penetepan peserta akan dicantumkan dalam Buku 1B yang masih direvisi.

3. Portofolia (PF)

Untuk mendownload Buku 1A dan 1B rencananya dapat diunduh melalui situs resmi sergur.kemdiknas.go.id. Kaitannya dengan jadwal sergur yang telah dimasukan kedalam buku 1 maka nantinya akan terjadi pergeseran jadwal. Demikian informasi terkait Perubahan Pola dan Jadwal SERGUR 2015 semoga bermanfaat.

Konsep Pendekatan Saintifik

Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductivereasoning). 

Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductivereasoning). 

Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. 

Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. 

Penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum.

Kriteria Pembelajaran Berbasis Ilmiah

  • Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.
  • Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.
  • Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. 
  • Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran.
  • Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
  • Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.
  • Proses pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai nonilmiah.


Langkah-Langkah Pembelajaran

Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (peserta didik tahu mengapa), pengetahuan (peserta didik tahu apa), dan keterampilan (peserta didik tahu bagaimana)


  • Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa.” 
  • Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa.” 
  • Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. 

Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik  (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan saintifik.

Pendekatan saintifik dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ mencoba, mengasosiasi/ mengolah informasi, dan mengkomunikasikan untuk semua mata pelajaran.

Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

1. Mengamati

Kegiatan Belajar Mengamati: melihat, membaca, mendengar,  menyimak (tanpa atau dengan alat).

Kompetensi yang Dikembangkan
Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan  tertentu, seperti menyajikan media objek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja kegiatan mengamati dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran.

Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru. 

Kegiatan Belajar: mengamati dengan cara (tanpa atau dengan alat):

  • MELIHAT   
  • MEMBACA
  • MENDENGAR
  • MENYIMAK                                                

Langkah-langkah Mengamati

  • Menentukan objek apa yang akan diobservasi
  • Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi
  • Menentukan  secara jelas  data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder
  • Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi
  • Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar
  • Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi , seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya.


Jenis-jenis Pengamatan

  • Observasi biasa (common observation). Peserta didik merupakan subjek yang sepenuhnya melakukan observasi (complete observer), dan sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati.
  • Observasi terkendali (controlled observation). peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Pada observasi terkendali pelaku atau objek  yang diamati ditempatkan pada ruang atau situasi yang dikhususkan. 
  • Observasi partisipatif (participant observation). Pada observasi partisipatif, peserta didik melibatkan diri secara langsung dengan pelaku atau objek yang diamati. Observasi semacam ini mengharuskan peserta didik melibatkan diri pada pelaku, komunitas, atau objek yang diamati

2. Menanya

Kegiatan Belajar: mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.

Kompetensi yang Dikembangkan
Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.
Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Bentuk pertanyaan, misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan, misalnya: Sebutkan ciri-ciri kalimat efektif! 

Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati. (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan hipotetik)

3. Mengumpulkan Informasi/ Eksperimen

Kegiatan Belajarnya

  • Melakukan eksperimen
  • Membaca sumber lain selain buku teks.
  • Mengamati objek/kejadian
  • Aktivitas
  • Wawancara dengan narasumber

Kompetensi yang Dikembangkan
Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
4. Mengasosiasikan/ Mengolah 

Kegiatan Belajar: mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi

Kompetensi yang Dikembangkan
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan .

5. Mengkomunikasikan

Kegiatan Belajar: Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan  hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnnya.

Kompetensi yang Dikembangkan
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.
Sumber: Materi Diklat Kurikulum 2013, Kemdikbud

Tujuan dan Ciri Pembelajaran Tematik Terpadu

Tujuan Pembelajaran  Tematik Terpadu

  • Mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu.
  • Mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama.
  • Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
  • Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik.
  • Lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain.
  • Lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas
  • Guru  dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan.
  • Budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.


Ciri-Ciri Pembelajaran Tematik Terpadu

  • Berpusat pada anak
  • Memberikan pengalaman langsung
  • Pemisahan antar mata pelajaran tidak nampak
  • Menyajikan konsep dari beberapa mata pelajaran dalam satu PBM
  • Bersifat luwes
  • Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dg minat dan kebutuhan anak
  • Kekuatan dan Keuntungan Tematik Terpadu dalam Pembelajaran
  • Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak.
  • Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak.
  • Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna
  • mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
  • Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama.
  • Memiliki sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain, dalam arti respek terhadap gagasan orang lain.
  • Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam lingkungan anak.

Sumber: Materi Diklat Kurikul 2013, Kemdibud

Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka.
Pembelajaran tematik terpadu bermanfaat untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik, karena saat peserta didik memahami berbagai konsep selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasai sebelumnya.

Tematik terpadu disusun berdasarkan gabungan proses integrasi, sehingga berbeda dengan pengertian tematik pada kurikulum sebelumnya. Pembelajaran tematik terpadu juga diperkaya dengan penempatan matapelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela matapelajaran lain. 
Melalui perumusan Kompetensi Inti sebagai pengikat berbagai matapelajaran dalam satu kelas dan tema sebagai pokok bahasannya, sehingga penempatan matapelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela matapelajaran lain menjadi sangat memungkinkan. 

Penguatan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Tematik Terpadu

Penguatan peran matapelajaran Bahasa Indonesia dilakukan secara utuh melalui penggabungan KD mapel IPS dan IPA ke dalam mapel Bahasa Indonesia. Kedua ilmu pengetahuan tersebut menyebabkan mapel Bahasa Indonesia menjadi kontekstual, sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik. 

Pendekatan sains seperti itu terutama di Kelas I, II, dan III menyebabkan semua matapelajaran yang diajarkan akan diwarnai oleh matapelajaran IPS dan IPA.
Untuk kemudahan pengorganisasiannya, KD KD mapel IPA dan IPS ini diintegrasikan ke mapel lain (integrasi interdisipliner). 

KD mapel IPA diintegrasikan ke KD mapel  Bahasa Indonesia dan KD mapel Matematika. 

KD mapel IPS diintegrasikan ke KD mapel Bahasa Indonesia, ke KD mapel PPKn, dan ke KD Mapel Matematika. 

Untuk kelas IV, V, dan VI, KD mapel IPS dan IPA masing-masing berdiri sendiri, sehingga pendekatan integrasinya adalah multidisipliner, walaupun pembelajarannya tetap menggunakan tematik terpadu. 
Prinsip pengintegrasian interdisipliner untuk mapel IPA dan IPS seperti diuraikan di atas dapat juga diterapkan dalam pengintegrasian muatan lokal.  


Prinsip pengintegrasian interdisipliner untuk matapelajaran IPA dan IPS seperti diuraikan di atas dapat juga diterapkan dalam pengintegrasian muatan lokal.  
KD muatan lokal yang berkenaan dengan seni, budaya, keterampilan, dan bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mapel SBdP. KD muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mapel PJOK.

Peran Tema

Tema berperan sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dengan membuat/ mengangkat sebuah tema yang dapat mempersatukan indikator dari mata pelajaran: Agama, PPKn BI, Matematikan, IPS, IPA, SBdP,  Penjasorkes

Fungsi Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.

Sumber: Materi Dik;at Kurikulum 2013, Kemdikbud

Temukan Kami di Facebook

Followers

Posting Terpopuler